BPN-Bappenas Gelar Organic Day
Jakarta,Newsceoaceh.my.id.pelaksanaan RPJMN 2025-2029 KP 18 - Pengembangan Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan, Kementerian PPN/Bappenas bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) dan Aliansi Organis Indonesia (AOI) melaksanakan Technical Cooperation Program (TCP): Strengthening OrganicAgriculturePoliciesandStatisticalDataforSustainableAgricultureinIndonesia. Sebagai rangkaian kegiatan diundang akademisi,lem,baga organik,lem,baga pembangunan pertanian,universitas,akademisi,pelaku organik indonesia.kerjasama tersebut, bersama ini kami mengundang Saudara/i untuk dapat hadir Organic Day pada:Hari, Jumat, 30 Oktober 2026 waktu: Pukul09.00WIB-selesai.
Sistem pangan global saat ini menghadapi berbagai tantangan, antara lain hilangnya keanekaragaman hayati, meningkatnya angka kelaparan, kerawanan pangan, malnutrisi, serta krisis kesehatan masyarakat yang semakin meluas. Indonesia memiliki sistem pangan dan pertanian yang kaya dan beragam. Keberadaan sekitar 17.000 pulau turut mendukung tingginya keanekaragaman hayati pangan dan pertanian di Indonesia. Meskipun telah mencapai kemajuan dalam bidang ketahanan pangan dan pembangunan pertanian, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kemiskinan di kalangan petani di beberapawilayah,praktikpertanianyangtidakberkelanjutan,sertamalnutrisi.Lebih dari70%pendudukIndonesiabelummampumembelipangansehat(SOFI,2026). Sejalan dengan peta jalan transformasi sistem pangan Indonesia, melalui serangkaian hasil dialog United Nations Food Systems Summit pada 2021, UNFSS+2 Stocktaking Moment, UNFSS+4 Stocktaking Moment, serta COP 30, menegaskan pentingnya mendorong terwujudnya sistem pangan yang sehat, berkelanjutan, berkeadilan, dan tangguh.
Pertanian organik merupakan salah satu sistem budi daya yang berperan penting dalam mendukung pencapaian tujuan penyediaan pangan sehat sebagai bagiandaritransformasisistempertanian.Peralihandaripertaniankonvensionalke pertanian organik dapat berkontribusi terhadap terwujudnya sistem pangan berkelanjutan yang mendukung kesehatan lahan pertanian, manusia, dan lingkungan. Sistem pangan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada mitigasi dampaklingkungandalamproduksipertanian,tetapijugamempertimbangkanpola konsumsi dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya. Penerapan pertanian organik yang disertai pengurangan susut dan limbah pangan dapat mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan dan ramah iklim serta memperkuat keberlanjutan sistem pangan nasional Indonesia.
PemerintahIndonesiatelahmengaturpelaksanaansistempertanianorganik melalui penetapan Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729:2016 dan versi revisi 6729:2025tentangSistemPertanianOrganik,sebagaipembaruanatasSNI
6729:2013, serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 64 Tahun 2013 tentang Sistem Pertanian Organik. Kedua instrumen tersebut berperan penting dalam mengawasi dan mengatur kegiatan pertanian organik di Indonesia, mulai dari produksi di tingkat usaha tani hingga distribusi produk pertanian organik. Ketentuannya juga mencakup pengaturan mengenai produk organik impor dan standardisasi mutu logo organik Indonesia. Selain itu, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan menegaskan pentingnya integrasi data dan harmonisasi kebijakan serta mendukung pengembangandanpenerapanpertanianorganiksebagaisalahsatubentuksistem pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Pertanian organik di Indonesia mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.Padatingkatregional,peringkatIndonesiadalamproduksipanganorganik di Asia turun dari posisi ketujuh pada 2021 menjadi posisi kesepuluh berdasarkan data terbaru (FiBL, 2026). Untuk mengatasi kondisi tersebut, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 telah ditetapkan target peningkatan proporsi komoditas pertanian organik dari 1,47% pada 2025 menjadi 1,55% pada 2029. Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator utamadalampelaksanaanaksiprioritaspertanianberkelanjutan.Pencapaiantarget ini memerlukan kajian komprehensif sebagai dasar penyusunan peta jalan pengembangan pertanian organik, disertai upaya penguatan basis data pertanian organik nasional. Langkah-langkah tersebut penting untuk membangun ekosistem yang mendukung petani dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan. Namun,pengukuranperkembanganpertanianorganikmasihmenghadapikendala karena keterbatasan data yang dikelola oleh pemerintah.
Melalui proyek Technical Cooperation Programme (TCP/INS/4002): Strengthening Organic Agriculture Policies and Statistical Data for Sustainable Agriculture in Indonesia (TCP Pertanian Organik), Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO)danAliansiOrganisIndonesia(AOI)untukmendukungpenguatankebijakan nasional, pengumpulan dan analisis data statistik, serta penguatan standar data guna mendorong pengembangan pertanian organik yang berkelanjutan di Indonesia. Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Laporan Statistik Pertanian Organik Indonesia (SPOI) Tahun 2025 akan diluncurkan melalui kegiatan Organic Day.mti
Upaya penguatan pertanian organik tidak dapat dilepaskan dari pelaku utamanya, yaitu petani keluarga yang mengelola sebagai besar usaha tani di Indonesia. Melalui pemanfaatan limbah organik dan pengelolaan usaha tani terpadu, petani keluarga berpotensi menekan biaya produksi sekaligus
meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Kegiatan TCP Pertanian Organik turut mendukungbagaimanaintegrasipertaniankeluargadiIndonesia,khususnyaperan perempuan dan pemuda, dalam penguatan pertanian organik dan pertanian berkelanjutan secara luas.Pengembangan ekosistem pertanian organik yang terstruktur dan integrasinyakedalamRencanaAksiNasionalPertanianKeluarga(RAN-PK)dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat pedesaan. Penyusunan dokumen RAN-PK saat ini telah di tahap proses finalisasi dan menerima masukan dari para pihak, Untuk dapat mendukung penguatan implementasi RAN-PK, diperlukan wadah kerja bersama dalam mendukung penguatan koordinasi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan. Untuk itu, sebagai langkah penting dalam pelaksanaan RAN-PK, pada kegiatan Organic Day akan dilakukan penandatangan Sekretariat Bersama Pertanian Keluarga.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles